?

Log in

No account? Create an account
 
 
13 August 2008 @ 09:53 pm
Charades SP  

Charades* SP

Author : mizuno_hikaru
Pairing : Akame
Rating  : PG15…
Disclaimer : I owned them! Jin is my cousin right ? And I owned Kame since he is Jin’s~~ *killed before being thrown to the sea*
Summary : Special chapter for Charades Series… For information, the setting took two year later after the previous part *part 10*
 

SPECIAL CHAPTER~AND THE STORY GOES

 

FIRST SHOT :

“ Kamenashi-samaaaaaaaaaa….!!!! “

“ Kame-chaaaaaaaaannnn !!! “

“ Kameeeeeeeee…!!! “

“ Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…!!!! “

 

Kerumunan fangirl yang sibuk menjerit – jerit histeris itu terus melambaikan tangan mereka, mengibaskan uchiwa dan banner yang mereka bawa. Beberapa dari mereka memakai kaos senada dengan kata – kata atau gambar Kazuya, yang mendedikasikan mereka sebagai fans beratnya. Kerumunan yang keras kepala itu terus berusaha mendesak maju ke depan, menggapai ke arah sosok yang mereka idolakan.

 

Jin meraih tubuh Kame, setengah memeluknya ketika dia menginstruksikan para bodyguard untuk menghalangi laju para fangirl tersebut. Kame yang berlindung di balik tubuh Jin, membiarkan dirinya dibimbing ke arah mobil hitam berkilat di depan lobby. Sesekali dia masih tersenyum atau melambai pada fansnya, yang segera disambut dengan teriakan – teriakan histeris.

 

“ Permisi, biarkan kami lewat… “ Berkali – kali Jin meneriakkan kata – kata itu, sebelum akhirnya berhasil membuka pintu mobil supaya Kame bisa segera masuk dan terlindung. Dia bergegas masuk dan duduk di sebelah Kame, menghidupkan mesin mobil dan segera meninggalkan tempat itu.

 

“ Fans-mu makin brutal saja “ Jin setengah mengeluh ketika mobil yang mereka naiki membelah jalanan dengan mulus.

“ Maaf… “

“ Kenapa kau harus meminta maaf ? Baaaa-ka “ Jin menjawil pipi Kame dan tertawa, “ Ini kan memang pekerjaanku sebagai managermu “

“ Tapi kau terluka… “ Kame menunjuk luka gores di pipi Jin, yang tadi tidak sengaja terkena kuku salah seorang fans nekad. “ Aku tidak membawa plester saat ini, jadi… “

Kame melepaskan sabuk pengamannya dan bergerak mendekati Jin yang masih sibuk di balik kemudi. Perlahan, Kame mencium luka itu dan menjilat tetes darah yang menitik. Mobil itu langsung bergoyang sempoyongan, dan Jin langsung menjitak Kame dengan wajah merah, “ Kaaaammmmeeeeee….!! Jangan lakukan hal itu lagi “

 

“ Kau tidak suka ? “ Kame menatap Jin dengan mata besar berkaca – kaca.

“ Aku suka, tapi situasinya kurang mendukung. Aku kan sedang menyetir…! “

“ Then, I guess it was better if I do it on the bed this night… “

Mobil mereka bergoyang sekali lagi.

“ KAAAAAAAAMMMMEEEEEEEE….!!! “

 

***

 

Kamenashi Kazuya ( 20 ) bintang baru yang karirnya langsung melejit setelah melakukan debutnya sebagai seorang penyanyi dua tahun yang lalu ini kembali mencetak hits. Lagu terbarunya, W/O notice?? kini mencapai angka penjualan yang fantastis hanya dalam satu minggu.

 

Lagu debutnya sendiri, Kizuna, juga langsung menjadi hits dengan angka luar biasa dan melambungkan namanya dalam waktu singkat. Dalam tempo waktu kurang dari satu tahun, Kamenashi Kazuya merupakan salah satu idol Jepang paling terkenal karena bakat terpendamnya dalam menari dan akting.

 

Kepribadiannya yang pemalu, sederhana dan low profile membuatnya menjadi artis pria yang paling ingin dijadikan kekasih menurut survey yang dilakukan pada 1000 koresponden wanita.

 

Kamenashi Kazuya sendiri berasal dari latar belakang yang tidak biasa. Ayahnya, Kamenashi Koichi, merupakan salah satu tokoh politik yang sangat berpengaruh. Namun Kazuya sendiri tampaknya tidak tertarik pada politik dan lebih memilih dunia entertainment. Tidak ada indikasi ayahnya melarang, namun saat ini Kazuya tinggal bersama managernya, Akanishi Jin.

 

Mantan kakak kelas Kazuya ini digosipkan masih memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Kamenashi, namun tidak pernah ada klarifikasi lebih lanjut dari keduanya. Merangkap penulis lagu, lagu – lagu ciptaan Akanishi Jin selalu dinyanyikan oleh Kazuya, dan selalu sukses di pasaran. Akanishi Jin sendiri pernah ditawari menjadi artis karena penampilan dan kemampuannya dalam menggubah lagu, tapi dia lebih tertarik untuk berada di balik layar.

 

Proyek dorama terbaru Kamenashi Kazuya, Charades, menambah panjang daftar drama yang diperankannya. Dalam dorama baru ini, Kazuya akan memerankan seorang anak SMU yang mengalami dillema karena tekanan ujian saat dirinya bertemu dengan sosok misterius di sebuah taman…

 

“ I felt like I wanna kill her “ Jin melipat koran itu tanpa menyelesaikan membaca artikelnya. Kame yang sedang duduk di sebelahnya mengalihkan pandangannya dari majalah yang sedang dibacanya, “ Siapa ? “

“ Mizuno “ Jin membuka koran itu lagi dan menunjukkan sisa artikelnya.

 

…penulis skenario dorama ini tidak lain dan tidak bukan adalah Akanishi Mizuno, adik sepupu dari Akanishi Jin. Gadis ini menolak untuk diekspos, namun para kritikus menyukai gaya penulisannya yang penuh intrik dan tidak terduga…

 

“ Tidak terduga apanya. Dia menulisnya berdasarkan kisah kita berdua “ Jin memasang wajah pout. Kame tertawa, “ Kan dia sudah meminta maaf karena iseng menuliskannya dan dia juga sudah menolak diekspos “

“ Iseng, huh ? Tapi hebat juga dia… karya iseng yang ditulisnya malah menjadi terkenal seperti ini… “

 

“ Tapi sudah dua tahun, ne ? Cepatnyaaa… “ Kame bergelung di sisi Jin, “ Rasanya baru kemarin aku pindah ke tempatmu dan mulai hidup bersama “

Menyibak helaian rambut yang menutupi mata Kame, Jin membungkuk dan mencium kening kekasihnya, “ Aku tahu. Dan sesuai dengan apa yang kujanjikan, aku membantumu meraih mimpi – mimpimu bukan ? “

 

Kame tersenyum. Jin membalas senyum itu dan perlahan menarik Kame ke arah jendela, menatap langit malam yang bertaburan bintang di atas sana.

“ Kazuya, buka tanganmu “

Kame menurut, membiarkan Jin meletakkan sebuah kotak velvet kecil dengan warna merah tua. “ Apa ini ? “

“ Buka saja “

 

Dua buah cincin melingkar manis di dalamnya, dengan desain sama persis. Bola mata Kame membasah, “ Ini… “

“ Maaf, ini hanya pinky ring “ Jin mengambil satu dari cincin itu dan memasangkannya di kelingking Kame, “ Tapi ini merupakan simbol kita. Karena setidaknya, kita memang akan menghabiskan sisa hidup kita bersama – sama “

Kame memasangkan cincin satunya di kelingking Jin dan ketika pemuda yang lebih tua itu memberikan ciuman lembut di bibirnya, “ Thanks Jin… “

 

 

SECOND SHOT:

“ Shinji…! “

Shinji dan Mizuno menoleh ke arah Kouki yang melambai ke arah mereka. Mizuno mengembalikan buku yang dipinjamnya pada Shinji, “ Jemputanmu datang “

Wajah Shinji memerah ketika Kouki berdiri di hadapannya dan mengulurkan tangan. Malu – malu Shinji meraih tangan Kouki dan membiarkan kekasihnya merangkulnya. “ Jyaa mata ne, Mizu-chan “

 

“ Jyaaa, Shinji “ Mizuno pura – pura cemberut, “ Kenapa semua orang punya acara kencan hari ini sih ? “

“ Then you should get yourselft a boyfriend, ne ? “ Kouki tertawa melihat ekspresi Mizuno, “ How about that guy who confessed to you before in the coffe shop… “

“ Bleh, don’t talk about him “ Mizuno buru – buru memotong, “ Bosku nyaris memecatku di tempat karena dia membuat kehebohan di café “

“ Tapi dia benar – benar… “

“ Moouuuu, stop it~!!! “ Mizuno merengek, tidak tahan kedua orang di hadapannya terus meledeknya tanpa belas kasihan. Shinji tertawa dan menarik Kouki pergi, “ Jya ne~!! “

“ Jyaa~~~ “

 

Bergandengan tangan, Shinji dan Kouki berjalan menuju ke arah taman kota. Cuaca hari itu cerah, dengan langit biru dan angin sepoi yang hangat.

“ Eh, Kouki ? Shinji ? “

Mereka berdua menoleh, mendapati Jin melambai pada mereka di ujung jalan. Berdua dengan Kame, Jin mendekati mereka. “ Kencan ? “

Kouki mengangguk. Melihat dandanan yang dikenakan pasangan di hadapannya, Jin dengan topi rajut dan kacamata, Kame dengan jaket bertudung dan kacamata hitam, Shinji menambahkan, “ Kalian juga kan ? Hati – hati jangan sampai ketahuan fansmu, Kame-chan “

 

Kame mengangguk, “ Kalian mau ke mana ? “

Taman. Ada toko baru yang buka dekat sana. Kalian sendiri ? “

“ Café tempat Mizu bekerja part time “

Shinji mengangguk, “ Saat ini dia pasti sudah di sana

 

“ Ne, ne, ne… “ Dengan gaya kekanakkan yang membuat Kame menjitaknya, Jin menatap Kouki dengan penasaran, “ Apa benar dua hari yang lalu Mizu… “

“ Aku tahu apa yang mau kau tanyakan. Iya. Dan kami juga sedang berada di sana, jadi kami melihat semuanya “ Kouki menjawab, “ Pemuda itu duduk berjam – jam sebelum akhirnya tiba – tiba berdiri dan menarik Mizu, membuat nampan yang dibawanya jatuh dan gelas – gelas kopi itu jatuh berkeping – keping. Bahkan saat itu, Mizu lebih sibuk mengurusi pecahan gelas daripada mendengar pernyataan pemuda itu “

“ Dan nama pemuda itu…? “

“ Tanyakan saja sendiri pada Mizu “ Shinji tersenyum penuh rahasia. Jin menggerung penasaran, tapi akhirnya melambai pada mereka untuk meneruskan perjalanan.

 

“ Two days ago is totally hillarious ne ? “ Shinji berusaha menahan tawanya, teringat kejadian itu. Kouki mengangguk. Perlahan mereka berjalan menelusuri taman, mencari tempat teduh untuk duduk.

 

“ Shinji-chan… ? “

Mereka menoleh, mendapati keluarga Ueda sedang berada di dekat area permainan. Eri berlari memeluk Shinji, “ Shinji-neechaaaaaannnnn…!! “

Tatsuya, yang menggendong Ryuusuke, bergegas mendekati mereka, disusul dengan Ei yang menggendong Ryuutaro.

“ Jalan – jalan keluarga ? “

Tatsuya dan Ei mengangguk. Butuh waktu beberapa menit untuk membujuk Eri melepaskan Shinji, tapi akhirnya mereka melambai dan meneruskan perjalanan lagi. Kouki meremas jemari dalam genggamannya, “ Hari ini, kita benar – benar bertemu banyak orang “

“ Well, it’s a small world for us to live in “

 

LAST SHOT :

“ Mi~zu~chaaaaaaaannnn “

Jin membentuk tanda peace yang dibengkokkan pada sepupunya. Dengan wajah sebal, Mizuno memberikan daftar menu, “ Jin, aku tahu arti senyum di wajahmu itu. Stop it okay ? “

“ Apa itu berarti aku bisa memesan cappucino gratis ? “

Mizuno memandang Jin dengan pandangan ingin membunuh, tapi akhirnya dia menghela nafas. “ Baiklah. Dua cappucino gratis untuk kalian selama kau menutup mulutmu rapat – rapat Jin “

“ Dan sepotong cheese cake ? “

“ Aku tahu. Cheese cake dan Tiramisu. Aku yang bayar… “ Mizuno menggerutu.

 

Ketika Mizuno berlalu ke dapur untuk memberikan lembar pesanan mereka, Kame menonjok pelan lengan Jin, “ Kau agak keterlaluan “

“ Habis menyenangkan menganggu dia “

“ Dasar usil “

“ Lagipula dia punya cukup dana dari royalti skenario yang ditulisnya itu “ Jin berusaha membela diri, “ Aku hanya meminta bayaranku “

 

Beberapa menit kemudian, Mizuno meletakkan pesanan mereka di meja. “ Pulang setelah ini “ bisiknya pada Jin dengan nada mengancam.

“ Ha~i~~ “

“ Kau menyebalkan “

“ Thanks. Love you too, lovely cousin “

 

Mereka menghabiskan pesanan mereka dan melangkah pergi, tapi ketika Mizuno tidak melihat, Jin menyeret Kame kembali dan berjongkok bersembunyi di dekat pot tanaman.

“ Jin…? Kau mau apa ? “

“ Ssssttt… “ Jin menunjuk seseorang yang duduk di pojok café, melihat sosok Mizuno bolak – balik, “ Lihat pemuda itu ? Sepertinya dia yang menembak Mizu “

 

Tebakan Jin tepat. Ketika Mizuno menyelesaikan shiftnya dan hendak berjalan keluar, pemuda itu berdiri dan mencoba bicara dengannya. Muka Mizuno langsung merah, dan dia membalas perkataan pemuda itu.

 

“ Apa sih yang mereka bicarakan ? “ Jin menggerutu, “ Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan…! “

“ Jin, pelankan suaramu… “ Kame berusaha menarik Jin, “ Kau akan membuat kita ketahuan…! “

 

Terlambat. Mizuno dan pemuda itu sepertinya menyadari kehadiran mereka. Mizuno mendekati Jin dan menjitaknya, “ Jiiiiinnnn…! Aku sudah bilang untuk langsung pulang kan ? “

 

Jin mengacuhkan gerutuan Mizuno dan menatap pemuda yang tampaknya baru berusia di awal dua puluhan itu. Dari penampilannya, pemuda itu kelihatan seperti pegawai kantor baru. Ditatap sangar oleh Jin, pemuda itu balas menatap penuh permusuhan.

“ Heh kau “ Jin menunjuk pemuda itu dengan dagunya, “ Siapa namamu ? Apa urusanmu dengan adik sepupuku heh ? “

“ Namaku Kurosawa Akihiko “ Pemuda itu menjawab, “ Dan kurasa apa pun hubunganku dengan Akanishi-chan tidak ada urusannya denganmu “

“ Jelas ada, karena aku akan menghajarmu kalau kau sampai mempermainkannya “

“ Aku tidak akan mempermainkannya…! “

 

Jin menatap Kurosawa dengan pandangan menyelidik dan akhirnya bergumam, “ Ingat kata – katamu itu “

Menggandeng Kame, Jin meninggalkan tempat itu. Mizuno menggerutu dengan muka merah karena mereka menjadi objek tontonan orang – orang di sekitar mereka. Dia bergegas melangkah pergi, tapi Kurosawa menangkap tangannya.

“ Akanishi-chan, tolong berikan aku jawabannya “

“ Tapi kau kan sudah memberiku waktu satu minggu untuk berpikir…! “

“ Apa kau masih takut terluka karena patah hatimu yang terakhir ? “

“ Aku tidak patah hati…! Aku juga tidak terluka lagi, karena aku senang melihat mereka berdua bersama “

“ Lalu kenapa kau terus menolak ? “

“ Aku bukannya menolak. Hanya saja ini terlalu tiba – tiba dan aku butuh waktu untuk berpikir… “

“ Jadi kau tidak menolak ? “

“ Eh, bukan begitu “

“ Kau tidak punya alasan untuk menolakku kan ? “

Mizuno terdiam. Dengan suara lirih, akhirnya dia berbisik. “ …baiklah “

 

 

…end

 

 
 
Current Location: in front of my computer
Current Mood: busybusy
Current Music: no current music
 
 
 
(Deleted comment)
♥ ミズノ ヒヵル ♥mizuno_hikaru on August 27th, 2008 02:24 am (UTC)
yes, u can~!! =D
♥ glad u interested with this one LOL~
take ur time, i'll waiting patiently~

^___________^
(Deleted comment)
♥ ミズノ ヒヵル ♥: eating jinmizuno_hikaru on August 27th, 2008 03:30 pm (UTC)
LOL~~~
i can't wrote proper smut in bahasa.
it must be written in english or i'll freeze in front of the screen, dunno what to do LOLLLZZZ
(Deleted comment)
♥ ミズノ ヒヵル ♥mizuno_hikaru on August 27th, 2008 05:36 pm (UTC)
yep, yep!
felt that way!

when i tried --better said: forced myself-- to wrote smut in bahasa...
XDXDXD i'm ended banging my head to the keyboard and ranted
"what the heck am i writting???"

and some of the smut's vocab didn't make sense in bahasa.
as my friend said "try to translate some dirty vocabs like 'slapping flesh' or another words similar to it, u'll be ended losing ur interest to write"

...guess it's better in english LOLZ~ =D
rieXshigeaivil_nishiki on September 3rd, 2008 12:01 pm (UTC)
please can u transalte it in english? it seems very interesting!! pleaaasee m(_ _)m
♥ ミズノ ヒヵル ♥mizuno_hikaru on September 3rd, 2008 03:03 pm (UTC)
well, akame_hime said that she'll try to translate it...
let's wait for her then.
i have translated one of my non-english one-shot though, but my beta still checking on it. as soon as my beta send it back to me, i'll post it =D

btw LOLZ, this fic contained some mary-sue fic since i took a role in it =D the chara named akanishi mizuno, jin's cousin? yep, that's me... *bricked*
auleeaulxdayz on September 14th, 2008 01:46 am (UTC)
whooaaa.
i LOVE this story XDD
and you write it in bahasa..

hehehe.

i understand why'd you write the smut part in english.
LOL
if i read that kinda things in bahasa;
i just feel like ~yucks
don't know why, i prefer to read the english one.

member kanes jg ya?
♥ ミズノ ヒヵル ♥mizuno_hikaru on September 14th, 2008 03:46 am (UTC)
hehehehe, thx u 4 reading and commenting =D
have u read all of the chaps already?
LOLZ, yeah... i could never write smut in bahasa XDXD

yup ^^ i'm a member of kanes
my id there is mizuno, and my fav tread is wilds of my hearts...all of my fics also posted there =D

how about u? what's ur id there?

auleeaulxdayz on September 22nd, 2008 12:46 am (UTC)
yea i have finished all chapter XD

my id is aul :: bakanishi
well i'm still a newbie there
LOL

anyway plz add me back XD
♥ ミズノ ヒヵル ♥mizuno_hikaru on September 22nd, 2008 12:19 pm (UTC)
i added u back~~ =D
u can read bahasa?
anyway... from which forum u got my id? =D
kanes? FI? SnS? dsb?
*just wanna know, no other intention*
auleeaulxdayz on September 25th, 2008 11:17 am (UTC)
of course i can read bahasa.

i think i just accidentally saw your fic in akame_ community..

then i read this fic, but the english one.
that one is not yet finish rite?

so i decided to read the bahasa vers.

XD
♥ ミズノ ヒヵル ♥mizuno_hikaru on September 25th, 2008 03:42 pm (UTC)
hahaha...
ic then~

yep, since some user asked me to post the translation~
but there will be several changes between the bahasa and the english ver... esp for mizuno *yep, my char* since i decided the english trans won't be a mary sue fic =p