?

Log in

No account? Create an account
 
 
01 June 2008 @ 07:25 am
Secrets of Our Hearts +part 8+  

it's been a while since I posted the previous part, and when I re-read this chap, I found it kinda crappy...
oh well... *sigh*

Secrets of Our Hearts +part 8+

Fanfic by Mizuno
Rating : PG-15
 

—————ATTENTION——————————————————————————————

aaahhh lama gax lanjut yang ini~ sejak fokusnya ke Charades ama Akame’s Wonderland, akhirnya Secrets jadi terlantar LOL~ Karena beban moral, akhirnya me buka file en ngomong ama diri sendiri “yosha, ganbatte ne mizuno! Tinggal sedikit lagi sampai akhirnya tamat”

yeah, emang tinggal dikit lagi LOL!! Me akan berjuaaaaaannnnngggggg !!!! Hope u like this fic! Enjoy, I’ll wait for ur comments~~

—————————————————————————————————————————————

 

CHAPTER SEVEN~PASSION AND LUST last part

 

 

 

Lokasi syuting Yukan Club

 

——RUANG GANTI——

 “ DAME ! “ Jin memasang wajah pout, menunjuk kostum berwarna ungu itu, “ I’m definiately NOT wearing that thing!! “

Stylish yang bertugas untuk memake-upnya berdiri memandang Jin dengan binggung, “ Eh, tapi

“ Kostum Junno dan Yokoyama jauh lebih bagus! Kenapa aku harus memakai kostum seperti ini ? “ Dia merengek lagi, membuat stylish itu tidak tahu harus berbuat apa. Ketika pintu ruang ganti terbuka dan stylish itu melihat siapa yang masuk, dia langsung menghambur setengah berlari, “ Mizuno-chan!! “

Gadis bermata abu – abu yang masuk membawa botol air dan makanan kotak itu terkejut, “ Eh, nani ? Ada apa ? “

 

Sebelum stylish itu sempat menjawab, Jin memperlihatkan kostum yang harus dikenakannya hari itu. Sebuah gaun mini berwarna ungu tua, dengan renda dan manik – manik yang berkilauan. Bordiran abstrak memenuhi sisi – sisinya, dengan tali tipis di pundak, tanpa lengan.

“ I’m swear I’m NOT gonna wear this dress…! “ Jin merenggut, “ Gaun ini terlalu mini ! Panjangnya bahkan hanya mencapai pertengahan pahaku, mana mungkin aku memakainya ? Aku akan terlihat seperti babon berbaju mencolok ! “

Mizuno berusaha keras menahan tawanya, tapi gagal. Sebisa mungkin tidak tertawa, bibirnya menahan senyum lebar mati – matian. Gaun itu memang benar – benar mini. Bila dibandingkan dengan gaun yang dikenakan Yokoyama Yuu dan Junnosuke Taguchi, gaun Jin memang terkesan norak.

 

“ Don’t laugh…! “

“ I’m not laugh “

“ Just stop that smiling face “

“ Okay “ Mizuno menepuk – nepuk pipinya, berusaha mengembalikan otot wajahnya agar bisa memasang tampang datar. Stylish itu menatap Mizuno lagi, “ Jadi bagaimana ini ? “

“ Hmmm… ada gaun lain yang lebih panjang ? Di bawah lutut ? “ Mizuno berusaha membayangkan tubuh maskulin Jin dengan gaun. Kaki Jin yang berotot tidak akan cocok dengan gaun mini, dan tali spagetti benar – benar big no-no. Pundak dan bahu Jin yang lebar akan membuatnya tidak cocok dengan gaun seperti itu.

“ Hanya ada satu gaun lagi “ Stylish itu meraih sebuah gaun panjang bermotif macan tutul, tanpa lengan, tapi setidaknya gaun itu dilengkapi dengan mantel bahu dari bahan bulu, disimpul dengan pita satin hitam, “ Bagaimana dengan yang ini ? “

“ I thought that one is much much better “ Mizuno memutar bola matanya menatap Jin, “ Jangan menolak lagi. Kita harus syuting hari ini. Dan… “

“ Dan ? “

“ Jika kau masih menolak gaun yang ini, Jin-kun… Aku akan memaksamu memakai gaun ungu itu “

“ Fine, fine… Aku setuju dengan gaun macan tutul itu “

 

Beberapa menit kemudian, Jin telah mengenakan gaun itu dan duduk manis sementara penata rias sibuk merias wajahnya. Jin memasang wajah pout ketika penata rias melukis alisnya dan menyapukan foundation baige tebal – tebal pada wajahnya, menepukkan bedak dasar, berkutat dengan sederet peralatan dan kosmetika beraneka warna.

 

Jin memandang ngeri warna merah darah yang hendak disapukan ke matanya, “ No ! Eye shadow itu membuatku lebih mirip Hayato yang babak belur dihajar musuh “

Akhirnya lagi – lagi Mizuno turun tangan, “ Make up natural saja. Cokelat ? Lipstik warna nude dan light pink untuk blush on ? “

Penata rias itu akhirnya mengangguk dan mengganti pilihan warnanya. Mizuno mengetuk -  ngetukkan jemarinya di meja, “ Jin-kun, sebenarnya kau terlalu banyak protes kau tahu ? “

 

Sebelum Jin sempat menjawab, Junno dan Yuu masuk memamerkan kostum mereka. Anggota Kanjani itu berputar ala balet di hadapan Mizuno, “ Ne ne, Mizuno-chan, kawaii ? “ Yuu yang mengenakan gaun biru sepanjang lutut itu mengibaskan wig cokelat ikalnya yang panjang dan memutar – mutar syal bulu – bulu dengan warna senada itu seraya mengerjabkan matanya yang dihiasi eye shadow tebal dan bulu mata super lentik. Junno yang mengenakan gaun berwarna pink dan jaket bulu putih itu tidak mau kalah. Rambutnya yang panjang dan pirang karena peran Bido dijepit manis, dan dia berjalan dengan menggoyangkan pinggulnya seperti bandul jam. “ No no no “ Ujarnya dengan aksen bicara Bido, “ Gentlemen, akulah yang paling cantik di ruangan ini “

 

Mereka semua tertawa. Junno berdiri di sebelah Mizuno dan menunding gadis itu dengan dagunya, “ Ne Mizu-chan, akui saja kalau aku bahkan jauh lebih cantik darimu “

Jin langsung memukul kepala Junno, “ Diam kau, okama “

Junno cemberut, “ Ne, Jin yang paling terlihat seperti okama di ruangan ini adalah dirimu sendiri tahu. Bahumu terlalu lebar ! “

“ Kau saja yang terlalu kerempeng! “ Jin yang sensitif jika bentuk tubuhnya disinggung – singgung. Yuu dan Mizuno sampai pusing ketika keduanya mulai bertengkar mulut. Antara kutipan kata – kata Ryo “You should slim down” yang dilontarkan Junno dan “Diam kau jerapah “ yang dilontarkan Jin sebagai balasannya, pintu ruang ganti terbuka.

 

Ada apa ini ? “

Pertengkaran itu terhenti. Kame, Koki, Ueda, Nakamaru dan Shinji masuk dengan muka binggung. “ Kalian begitu ribut, suara kalian terdengar sampai ke luar “ tegur Ueda. Mantan leader mereka itu memandang mereka dengan tatapan serius, tapi sedetik kemudian bibirnya bergetar menahan tawa.

 

“ WAKAAKKAKAKAKAKAKAAK!!! Ya ampun, tampang kalian!! “ Ueda menunjuk Jin, Junno dan Yuu. Ketiganya hanya bisa memasang tampang pasrah. Koki bahkan berakting merayu Yuu, yang langsung disambut dengan pelukan dan cetakan bibir merah di pipi kiri dan kanannya. Koki langsung mundur dan mengelap – ngelap pipinya, “ Iiih, cuih ! “ karena tidak mengira Yuu akan meladeninya seperti itu. Ketika Yuu maju untuk menggodanya lagi, Koki langsung berlari bersembunyi di belakang Maru.

 

Maru yang saat itu sedang usil, langsung menjauhi Koki, menyilakan Yuu untuk mendekati Koki. “ Maru ! Hidooooiiii !!! “ Koki berteriak dan mencelat bersembunyi di belakang tubuh Shinji yang kecil mungil. Yuu pura – pura marah, “ Iiih, Koki-kun kezam ! Merayuku tapi tidak mau bertanggung zawab

 

Sementara perhatian semua orang tertumpah pada Koki dan Yuu, Kame berjalan perlahan mendekati Jin dan berbisik, “ Kawai yo “

“ Eeehh ? “ Muka Jin memerah. Kame memasang senyum geli di wajahnya, “ Ne, Jin Kau benar – benar terlihat imut dalam kostum itu. Kawaaaiiii “

Muka Jin makin memerah. Menyadari hal itu, yang lain memandang mereka. “ Kalian sedang bicara apa sih ? “

 

“ Oh “ Kame dengan santai mengibaskan tangannya, “ Aku memberi tahu Jin bahwa dia harus bergegas menyelesaikan syuting, karena malam ini ada undangan pesta yang harus dihadirinya “

“ Pesta ? “

Kame mengeluarkan kartu undangan dari tasnya. “ Aku mendapat undangan ini dari sponsor. Kebetulan putri dari salah satu sponsor adalah fans berat Akame, jadi kami berdua diminta datang “

“ Heeehhh, private party ne ? Sepertinya ini pesta yang mewah ! “ Maru berdercak iri. Jin berpaling pada Mizuno, “ Hari ini kita syuting sampai jam berapa ? “

“ Karena hari ini ada adegan untuk episode selanjutnya juga, menurut para staff bisa sampai jam sebelas “ Mizuno mengecek lembar jadwal di bukunya, “ Memang pestanya jam berapa ? “

 

Senyum Kame berubah kecut, “ Jam sembilan “

“ Eh ? Jadi bagaimana ? “ Jin langsung tidak enak hati. Jadwal syuting tidak bisa diganti – ganti seenaknya, dan dia harus profesional. Kame mencoba bersikap biasa, “ Daijobu, Jin Aku bisa kok pergi sendiri “

“ Gomenne, Kazu “

 

“ Kalian bertiga, stand by ! Setting sudah siap, sebentar lagi kita mulai syuting ! “ Seorang staff masuk dan memberitahu mereka. KT-UN menghela nafas, “ Kami juga masih harus kembali ke kantor JE. Jyaaa minna “

Jin melambai pada mereka semua, tapi matanya menangkap sosok Kame yang tampak kecewa.

 

” Mizuno, can you help me ? “ Jin membungkukkan tubuhnya dan berbisik di telinga gadis itu. Mizuno menatap Jin, “ Tentang apa ? “

“ Begini “ Jin membisikkan rencananya lagi. Mizuno tersenyum seraya menahan tawa dan mengangguk, “ I can arrange that “

 

Berdiri di ambang pintu, Junno mendegus melihat keduanya tampak akrab. Menghentakkan kakinya, dia menatap keduanya dengan sinis. “ Lihat saja nanti

 

 

11.50 p.m, Tempat Pesta

 

——HALL DEPAN——

Berada dua jam lebih di pesta itu, Kame merasa sangat lelah. Dari tadi dia sibuk menyapa sponsor dan menjawab pertanyaan – pertanyaan dari media. Ketika dia melangkah keluar dari lift, HPnya berbunyi. Ada pesan yang masuk.

 

Sender : JIN

Subject : sudah selesai ?

TEXT : Maaf, tadi aku tidak bisa ikut bersamamu. Pestanya sudah selesai ? Aku menunggumu di depan lobi.

 

Kame tersenyum, bergegas menuju lobby depan. Ketika pintu otomatis itu terbuka, Jin berdiri di sana, bersender pada sebuah limousine hitam berkilat. Kame terkejut melihat limousine itu, “ Jin? “

Jin tersenyum dan meraih tangan Kame. Dia membuka pintu dan membungkuk, “ Silakan masuk

Masih dengan wajah penuh senyum karena kejutan romantis kekasihnya, Kame mengangguk dan masuk ke dalam limousine. Jin menyusul masuk dan menutup pintu.

 

“ Wuaaaahhh !! Luasnya “ Kame menatap interior limo dengan pandangan berbinar. “ Ada kulkasnya! Ada televisi juga ! “

“ Ini juga dirancang kedap suara “ Bisik Jin dengan nada penuh arti. Kame merasakan wajahnya memerah, “ Eh? “

“ Tonight is ours, my love “ Bersamaan dengan itu, Jin meraih Kame dalam pelukannya dan mencium bibir kekasihnya dengan lembut, “ And I ain’t leaving coz I’m your man tonight

 

to be continued

 and guys, the next chap contains some smutt~~ wakakakakaak

 
 
Current Location: in Jin's arm
Current Mood: blankblank
Current Music: Never Again -KAT-TUN